Jumat, 01 April 2016

Pendiskontoan Piutang Wesel dan Wesel Tagih

PENGERTIAN PIUTANG WESEL
Piutang Wesel
A.   Pengertian Piutang Wesel
Pengertian Piutang Wesel (Notes Receivable) adalah piutang yang diperkuat dengan adanya perjanjian tertulis (wesel). Sedangkan Wesel (Promissory Notes) adalah janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu.
Piutang Wesel lebih formal  dibanding dengan Piutang Dagang karena terdapat janji tertulis yang mengikat antara debitur (pihak yang menerima piutang) dan kreditur (pihak yang memberikan piutang) untuk membayar sejumlah uang pada waktu tertentu. Surat wesel menjadi salah satu bukti adanya piutang wesel.
Piutang Wesel terjadi karna ada transaksi, dalam hal ini si peminjam harus membuat surat perjanjian yang menyatakan bahwa akan membayar piutang pada periode
tertentu. Terkadang  pihak peminjam  meminta jaminan berupa kekayaan dan asset lain.

B.   Mendiskontokan Piutang Wesel
Mendiskontokan Piutang Wesel adalah meminjam uang ke bank dengan menggunakan wesel sebagai jaminan. Bank akan memberikan pinjaman tetapi akan dikurangi dengan bunga yang sudah diperhitungkan dengan selama jangka waktu diskonto, bunga yang diperhitungkan ini disebut sebagai diskonto.
Bunga = Nominal x Tingkat Bunga x Jangka Waktu Wesel
                               Jangka Waktu Pertahun

Syarat pendiskontoan wesel adalah jika pembuat wesel tidak dapat melunasi weselnya hingga pada saat jatuh tempo maka pihak yang mendiskontokan bertanggung jawab untuk melunasi diskonto tersebut.
    
v Langkahdalam Akuntansi Pendiskontoan Wesel Tagih :
1.     Hitung nilai jatuh tempo dari wesel  (nilai nominal ditambah bunga sampai jatuh tempo).
2.     Hitung diskonto (tingkat diskonto bank dikalikan nilai jatuh tempo dikalikan jangka waktu sampai jatuh tempo).
3.     Hitunglah hasil-hasil (nilai jatuh tempo dikurangi diskonto bank).
4.     Hitunglah nilai buku tercatat dari wesel tersebut (nilai nominal ditambah bunga yang akan diterima sampai tanggal pendiskontoan).
5.     Hitunglah keuntungan atau kerugian, jika merupakan penjualan, atau pendapatan atau beban bunga. Jika merupakan peminjaman (hasil dikurangi nilai buku tercatat).
6.     Catatlah ayat jurnal.

C.   Akuntansi untuk Piutang Wesel
a.       Wesel Tagih
Wesel tagih adalah janji tertulis untuk membayar dalam jumlah dan jangka waktu tertentu. Badan yang mengeluarkan wesel disebut Penarik wesel, sedangkan pihka yang menerima wesel disebut Penerima wesel.
Wesel Tagih merupakan salah satu perkiraan tetap, maka akun tersebut dilaporkan pada Neraca. Wesel tagih yang masanya < 1 tahun dimasukkan dalam aktiva lancar, sedangkan yang masanya > 1 tahun dimasukkan dalam piutang jangka panjang.
Ini adalah rumusan untuk mencari hasil akhir tagih

Bunga = Nominal xTingkat Bunga x Jangka Waktu Wesel / Jangka Waktu Pertahun



v Perkiraan wesel tagih berada sebelah debit, apabila:
Ø Menerima wesel / promes dari debitur
Ø Mendiskonto / membeli wesel
Ø Menarik wesel kepada kreditur
v Perkiraan wesel tagih berada sebelah kredit, apabila:
Ø Menerima pelunasan dari debitur pada tanggal jatuh tempo
Ø Mendiskonto wesel / menjual wesel sebelum tanggal jatuh tempo
Tanggal Jatuh Tempo Wesel
Wesel Bayar
Wesel bayar merupakan kebalikan dari wesel tagih. Jika masanya < 1 tahun maka akan dilaporkan pada Neraca pos kewajiban lancar, sedangkan jika masanya > 1 tahun akan dilaporkan sebagai kewajiban jangka panjang.
Bunga = Nominal xTingkat Bunga x Jangka Waktu Wesel / Jangka Waktu Pertahun
     Wesel bayar ada yang berbunga dan tidak berbunga. Jika itu berbunga, maka akan dinyatakan secara eksplisit (jelas) dan jika itu tidak berbunga, maka tidak mencatumkan persenan bunga namun nominalnya tetap ada (tidak dinyatakan secara eksplisit).
Saat wesel bayar jatuh tempo, adakalanya perusahaan yang menarik tidak dapat membayar. Jika terjadi hal demikian, wesel tersebut harus dipindahkan ke perkiraan utang dagang, dan penerima wesel dapat membebankan biaya administrasi. Jurnal:

D.   Perhitungan Piutang Wesel dan Diskonto
1.     Piutang Wesel Berbunga (Interest-Bearing Notes)
Piutang wesel berbungan adalah wesel yang memiliki suku bunga atas nilai nominal wesel yang dinyatakan secara eksplisit.

Contoh soal:
Pada 1 Nopember 2014 Bank setuju memberikan pinjama kepada suatu perusahaan jika perusahaan tersebut setuju untuk menandatangani wesel senilai Rp 500.000 dengan suku bungan 10% jangka waktu 3 bulan.
Ayat Jurnal yang dibuat Bank:
Piutang Wesel
Rp 500.000
-
     Kas
-
Rp 500.000
           
            Ayat Jurnal untuk mencatat pendapatan bunga pada akhir tahun fiskal Desember 2014
           Perhitungan:
            (Rp 500.000 x 10% x 2/12) = Rp 8.333
Piutang Wesel
Rp 8.333
-
     Pendapatan Bunga
-
Rp 8.333

            Ayat Jurnal yang dibuat pada 1 Februari 2015 yaitu tepat pada pelunasan wesel:
            Perhitungan:
            (Rp 500.000 x 10% x 1/12) = Rp 4.167
Kas
Rp 512.500
-
     Piutang Wesel
-
Rp 500.000
     Pendapatan Bunga
-
Rp     4.167
     Piutang Bunga
-
Rp     8.333
o
2.     Piutang Wesel Tanpa Bunga (Non-Interest Bearing Notes)
Piutang wesel tanpa bunga atau disebut juga dengan wesel berbunga nol (Zero Interest Bearing Notes) adalah suku bunga yang tidak dinyatakan secara eksplisit.

Contoh soal:
Pada 1 Nopember 2014 supplier bersedia menangguhkan batas waktu pembayaran piutang dagangnya kepada pelanggan sebesar Rp 500.000 asalkan customer bersedia untuk menandatangani wesel sebesar Rp 512.500 jangka waktu 3 bulan.
Ayat Jurnal yang dibuat oleh Supplier pada 1 Nopember 2014:
Piutang Wesel
Rp 512.500
-
     Piutang Dagang
-
Rp 500.000
     Potongan Piutang Wesel
-
Rp  12.500

Ayat Jurnal yang dibuat Supplier untuk mencatat pendapatan bungan pada 31 Desember 2014:
Perhitungan:
(Rp 12.500 x 2/3) = Rp 8.333
Potongan Piutang Wesel
Rp 8.333
-
     Pendapatan Bunga
-
Rp 8.333
3.     Diskonto Piutang Wesel Tidak Berbunga
Contoh soal:
Wesel dengan nominal Rp 500.000 jangka waktu 3 bulan tertanggal 1 Januari 2014 didiskontokan pada 31 Januari 2014 dengan diskonto 10%

Periode diskonto dapat dihitung sebagai berikut:
Februari                    = 28 hari
Maret                        = 31 hari
April (jatuh tempo)   =   1 hari
Periode Diskonto      = 60 hari

Perhitungan Pendiskontoan:
Jumlah uang yang diterima pada tanggal 31 Januari 2014 adalah
Nilai jatuh tempo                                            = Rp 500.000
Diskonto (Rp 500.000 x 10% x 60 / 360)       = Rp     8.333
Uang yang diterima                                        = Rp 491.667

Jurnal yang dibuat pihak yang mendiskontokan wesel adalah
Kas
Rp 491.667
-
Biaya Bunga
Rp    8.333
-
    Piutang Wesel
    (Pendiskontoan)
-
Rp 500.000

4.     Diskonto Piutang Wesel Berbunga
Contoh soal:
Misalnya pada wesel diatas berbunga 20% pertahun dan didiskontokan sebesar 10%. Jumlah yang diterima pada 31 Januari 2014 adalah

Nilai nominal wesel                               = Rp 500.000
Bunga (Rp 500.000 x 20% x 3/12)                 = Rp   25.000
Nilai jatuh tempo wesel                                   = Rp 525.000

Diskonto (Rp 500.000 x 10% x 60 / 360)                 = Rp     8.333
Uang yang akan diterima                                          = Rp 516.667

Jurnal yang dibuat pihak yang mendiskontokan wesel adalah
Kas
Rp 516.667
-
     Piutang Wesel
    (Pendiskontoan)
-
Rp 500.000
     Pendapatan Bunga
-
Rp    16.667


Penjelasan  : A pembelian mengutang  maka B akan membuat surat wesel maka dari itu sih B meminjam uang ke C, maka akan menghasilkan uang , dan sih B (penjualan) akan manangih utangnya kepada sih A, kehka dah A, tidak bisa membayar  utang maka C akan menggih kepada sih B.

Elemen Elemen Piutang Wesel:
1.     Piutang berbunga adalah pendapatan yang memperoleh karena adanya piutang wesel
2.     Pendapatan bunga adalah pendapatan yang diperoleh dari penanaman bank peraktiva produksi.
3.     Biaya bunga  adalah biaya yang dikenakan apabila membayar piutang setelah seluruh tempo.
4.     Piutang wesel adalah potongan yang diberikan apabila melunasi sebelum jatuh tempo.
  
Disusun Untuk Memenuhi Tugas
Mata Pelajaran Akuntansi
Kelas XI AKUNTANSI 1
D
I
S
U
S
U
N
Oleh:
1)   IrmaTriyani Yahya (12)
2)   Miftahul Khaery (19)
3)   Nursabilah (25)
4)   Risda Wulandari Putri (26)
5)   Sri Rahayu (29)


SMK NEGERI 1 BULUKUMBA
Reaksi:

2 komentar:

  1. di perhitungan diskonto utang wesel berbungan kenapa dibagi 360 hari (diskontonya), kenapa bukan 365 hari ?

    #numpang tanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bantu jawab, karena kalo pake 365 hasilnya koma jadi dibulatkan menjadi 360

      Hapus

Tinggalkan jejak sobat Blogger, jangan jadi Silent Reader --