Senin, 08 Oktober 2012

Puisi Sahabat


Sahabat Sejati Yang Telah Tiada


Sekian lama kita hidup

Selalu bersama dirimu sahabat ku
Dalam susah, sedih, senang
Kaulah yang terbaik

Sahabat,,,

Begitu banyak kebahagiaan yang kita lalui
Kenangan yang selalu kita rasa bersama
Namun, musnah dengan sekejap
Telah di renggut oleh maut yang tak terduga

Sahabat,,,

Kini engkau telah pergi meninggalkan ku
Meninggalkan semua kenangan kita
Mengalir sebuah air mata
Yang mengalir di pipi ku

Sahabat,,,

Meski kini kita tidak bersama
Meski kita telah berbeda kehidupan
Namun, kita tetap satu dalam hati dan cinta

Karena kau sahabat sejati ku


Selamat tinggal wahai sahabat ku

Selamat jalan sahabat sejati ku
Kenangan dan Kebaikanmu
Tak akan ku lupakan, Selamanya...


Bersamamu Aku Tegar


Ku sadar, arti ketulusan yang sesungguhnya

Yang tak kudapat, bukan di tempat lain!
Ku mengerti, makna kebersamaan yang sebenarnya
Hanya denganmu, bukan yang lain!

Tak pernah ada kebohongan, seperti di tempat lain

Semua berjalan jujur, tanpa kebohongan
Ini bukan kata sembarang kata
Tapi, kata yang terucap di bibir

Tawa dan canda di semua bahagiaku

Tangis pun mengalir pilu di setiap dukaku
Kurasakan beban itu, bukan apa-apa
Selagi bisa kita berbagi dalam suka dan sedih

Sahabatku, Tuhan telah mengirim malaikat

Yang bersemayam di jiwamu
Kini kutau mengapa Tuhan memilihmu
Hadir diantara tawa dan tangisku

Engkau adalah pilihan dari kehendak-Nya

Sahabatku, waktu terus berjalan, itu artinya
Harus melangkah terus kedepan
Jalan ini sangat panjang, takkan kuat sendirian

Beratnya hidup, harus diperjuangkan

Sahabatku, bersamamu aku hidup
Bersamamu aku tegar
Tak goyah, meski di hadang badai

Sahabat..! yakinlah

Bersama, kita akan tegak berdiri
Jangan pikul sendiri semua beban
Biarlah segala menjadi milik kita


Tentang Sahabatku


Sahabatku adalah tetesan embun pagi

Yang jatuh membasahi kegersangan hati
Hingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubari
Dalam kesejukan

Sahabatku adalah bintang gemilang malam di angkasa raya

Yang menemani kesendirian rembulan yang berduka
Hingga mampu menerangi gulita semesta
Dalam kebersamaan

Sahabatku adalah pohon rindang dengan seribu dahan

Yang memayungi dari terik matahari yang tak tertahankan
Hingga mampu memberikan keteduhan
Dalam kedamaian

Wahai angin pengembara

Kabarkanlah kepadaku tentang dirinya

Sahabatku adalah kumpulan mata air dari telaga suci

Yang jernih mengalir tiada henti
Hingga mampu menghapuskan rasa dahaga diri
Dalam kesegaran

Sahabatku adalah derasnya hujan yang turun

Yang menyirami setiap jengkal bumi yang berdebu menahun
Hingga mampu membersihkan mahkota bunga dan dedaun
Dalam kesucian

Sahabatku adalah untaian intan permata

Yang berkilau indah sebagai anugerah tiada tara
Hingga mampu menebar pesona jiwa
Dalam keindahan

Wahai burung duta suara

Ceritakanlah kepadaku tentang kehadirannya
Dan takkan ku abaikan
Semua perkataanmu


SAHABAT ITU.....


Selalu hadir dalam kehidupan kita

Baik itu senang atau susah
Tak perlu berkata ia pasti mendengar
Semua cerita akan tercampur dengan bumbu kisahnya

Menegur kala kita salah mengambil langkah

Menyokong kala kita mengangkat satu keputusan
Bertanggung jawab walau tak ikut menyebabkan
Meniupkan hawa kedamaian kala kita terbalut dalam emosi

Dan…

Selalu seperti itu hingga takdir memisahkan
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan jejak sobat Blogger, jangan jadi Silent Reader --